Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu. (Qs. al-Baqarah 2:208)

23.7.09

Makna Thaghut

. 23.7.09

Menurut Syeikh Muhammad Ibnu ‘Abdul Wahhab rahimahullah dalam risalah Fi Makna At Thaghut: Sesungguhnya hal paling pertama dan utama yang Allah fardlukan atas manusia / insan adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk (menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhi Thaghut itu” (Q.S. An Nahl : 36)

Dan adapun tata cara kufur terhadap
Thaghut itu adalah engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah, engkau meninggalkannya, membencinya, mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka itu.

Adapun makna
iman kepada Allah adalah meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Illah yang berhak untuk diibadati, tidak yang lain-Nya, engkau memurnikan semua macam ibadah hanya kepada-Nya dan engkau menafikannya dari segala yang disembah selain-Nya, engkau mencintai ahli Tauhid (ikhlas) dan loyal kepadanya, serta engkau membenci pelaku-pelaku syirik dan memusuhinya. Inilah dien Ibrahim yang dimana orang yang membenci akannya adalah orang yang telah memperbodohi dirinya sendiri, dan inilah suri tauladan yang telah Allah kabarkan di dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kanu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (Kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja” (Q.S. Al Mumtahanah [60]: 4)

Thaghut adalah umum mencakup segala sesuatu yang disembah selain Allah, sedang dia itu rela dengan peribadatan tersebut, baik yang disembah, atau yang diikuti, atau yang ditaati dalam bukan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya… ini adalah Thaghut.

Thaghut-thaghut itu banyak sekali, sedangkan Pelopor-pelopornya ada lima:

1.
Syaitan yang mengajak untuk beribadah kepada selain Allah, adapun dalilnya adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

“Bukankan Aku telah memerintahkan kepada kamu hai bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Yasin : 60)

2.
Pemerintah yang dzalim yang merubah hukum-hukum Allah dan dalilnya adalah firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala:

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya Telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (Q.S. An Nisa : 60)

3. Orang
memutuskan hukum dengan sesuatu yang bukan diturunkan Allah dan dalilnya adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

“…Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir”. (Q.S. Al Maidah [5]: 44)

4. Orang yang mengklaim
mengetahui hal yang ghaib, padahal itu adalah hak khusus Allah, dan dalilnya adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

“(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada Rasul yang diridlai-Nya, maka sesungguhnya dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (Q.S. Al Jin : 26-27)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta'ala:

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri, dan dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Q.S. Al An’am [6]: 59)

5. Segala sesuatu yang
disembah selain Allah, sedangkan dia rela dengan penyembahan tersebut, dan adapun dalilnya adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

“Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah Tuhan selain daripada Allah", Maka orang itu kami beri balasan dengan Jahannam, demikian kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim” (Q.S. Al Anbiya [21]: 29)

Ketahuilah bahwa orang itu tidak bisa dianggap sebagai orang yang beriman kepada Allah kecuali dengan kufur terhadap thaghut, dan adapun dalilnya adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

“…Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus…” (Q.S. Al Baqarah [2]: 256)

Ar Rusydu adalah agama Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, dan Al Ghayy adalah agama Abu Jahal, sedangkan Al ‘Urwah Al Wutsqa adalah kesaksian Kalimat syahadat ; Laa ilaaha illallaah, dimana hal ini mengandung penafian dan penetapan. Penafian semua macam ibadah dari selain Allah, dan menetapkan seluruh ibadah hanya kepada Allah yang tidak ada sekutu bagiNya. (di nukil dari Risasah Fi Makna At Thaghut dalam Majmu’ah At Tauhid)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Orang dikala menghalalkan sesuatu yang disepakati keharamannya, atau mengharamkan sesuatu yang disepakati kehalalannya, atau merubah syari’at yang sudah disepakati, maka dia itu kafir murtad dengan kesepakatan para fuqaha.” [Al Majmu Al Fatawa:3/267]

Coba perhatikan: Sekarang perjudian dibolehkan ditempat-tempat tertentu yang sudah dilokasikan, pelacuran dibolehkan ditempat-tempat khusus, bahkan ada pajak di kedua hal itu, praktek riba diberikan perlindungan hukum. Bukankah ini di antara bentuk penghalalan…???

Bahkan, bukankah Allah menetapkan bahwa tidak ada pilihan dalam menerima ajaran-Nya itu? tapi sekarang mereka menetapkan sistem yang memberikan hak bebas bagi rakyat untuk memilih apa yang mereka sukai tergantung suara mayoritas. Bukankah ini bentuk perubahan akan syari’at…???

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: Siapa yang meninggalkan syari’at yang muhkam yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah penutup para Nabi dan dia malah berhukum kepada syari’aat-syari’at lain yang sudah dihapus, maka dia itu kafir, maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Yasiq (hukum buatan) dan mendahulukan atas hukum syari’at itu, maka siapa yang melakukannya dia itu kafir dengan ijma kaum muslimin. [Al Bidayah Wan Nihayah: 13/119]

Bila ini status orang yang berhukum kepada undang-undang buatan, maka apa gerangan dengan orang yang menghukumi dengan undang-undang buatan itu… Ini namanya thaghut. Mereka mendirikan lembaga untuk penggodokan hukum dan perundang-undangan, merubah, manambah, mengganti dst…!

Syeikh Abdul Aziz bin baaz berkata,”Kesimpulan dari kata-kata para salaf r.a.,bahwa
Thaghut ialah seluruh apa saja yang memalingkan seorang hamba dan menghalanginya dari pengabdian kepada Allah penuh ikhlas dan memalingkan serta menghalanginya dari taat kepadanya dan kepada rasulnya, baik dia syetan berupa jin ataupun syetan berbentuk manusia, pepohonan, bebatuan maupun yang lainnya.

Termasuk di dalamnya hukum dan undang-undang yang bukan bersumber dari syariat islam, hukum buatan manusia untuk menangani masalah criminal, perdata atau pidana dan untuk menghapus syariat islam. Juga dalam menegakkan hudud, mengharamkan riba, zina, minuman keras,serta yang lainnya berupa undang-undang yang justru menghalalkan dan melindungi perbuatan-perbuatan tersebut.

Padahal Undang-undangnya itu sendiri adalah
Thaghut, Begitu pula si pembuat dan orang yang menggalakan undang-undang tersebut sekaligus para pengikutnya ( simpatisan ) yang setia kepada pembuat atau yang menggalakan undang-undang yang tidak memakai Syariat Allah itu adalah disebut dengan T H A G H U T

BAHAYA THAGHUT

Seluruh Ummat islam sudah tahu, bahwa Thaghut-Thaghut tersebut suka menyebarkan bencana, menyakiti ummat dan menindas, sehingga mereka hidup menderita. Para Thaghut itu membungkam mulut mereka, membangun istana-istana di atas penderitaan rakyat dan menimbun harta kekayaan dari keringat para hamba.

Para Thaghut itu ada yang menjalankan shalat 5 waktu dan puasa. Mereka menyangka bahwa pekerjaan tersebut akan mencegahnya dari azab Allah pada hari kiamat nanti, yaitu hari dimana Allah akan menyiksa mereka karena mentelantarkan hak-hak rakyatnya.

Suatu bangsa atau ummat yang menyerahkan kendali kepemimpinannya kepada Thaghut, berarti ummat tersebut menceburkan diri ke lembah kebinasaan dan kesengsaraan. Karena Thaghut itu zhalim, melampaui batas hal-hal yang ma’kul, kemudian ia menjadi pengikut hawanafsunya yang sesat. Dan apabila hawa nafsu sudah turut campur dalam suatu perkara, ia akan menimbulkan bencana dan kerusakan, dan jika ia merasuk ke tubuh suatu bangsa, maka bangsa tersebut akan hancur.

Oleh karena itu, bahaya Thaghut pasti akan merasuk di masyarakat. Ia menghancurkan kemajuan dan peradaban mereka. Jangka menyangka bahwa masalah Thaghut ini masalah yang telah basi, dan sekarang sudah berakhir. Namun justru sebaliknya, zaman kita sekarang, para Thaghut tersebut lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih punya pengaruh serta lebih menyesatkan baik terhadap akal maupun dalam perkara agama. Bahkan Thaghut sekarang lebih jahiliah dari jahiliah dahulu…..

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 

UMAR MOCHTAR “The Lion Of The Desert”

"Akan selalu ada segolongan dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, mereka tidak akan dimudharatkan oleh orang–orang yang menghina dan menyalahi mereka sampai datang keputusan Allah." ( HR. Muslim ). Adalah Umar Mukhtar. Seorang tokoh dan figur yang memiliki semangat juang tinggi, intelektual, cerdas danberdedikasi tinggi pada agamanya. More...»»

Dua Polisi yang Menyaksikan Eksekusi atas Sayyid Qutb

Ulama, da’i, serta para penyeru Islam yang mempersembahkan nyawanya di Jalan Allah, atas dasar ikhlash kepadaNya, sentiasa ditempatkan Allah sangat tinggi dan mulia di hati segenap manusia. Di antara da’i dan penyeru Islam itu adalah Syuhada (insya Allah) Sayyid Qutb. Bahkan peristiwa eksekusi matinya yang dilakukan dengan cara digantung, memberikan kesan mendalam dan menggetarkan bagi siapa saja yang mengenal Beliau atau menyaksikan sikapnya yang teguh. More...»»

Mus’ab bin Umair - Duta Islam Pertama

Mus’ab bin Umair

adalah sahabat Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam yang sangat berjasa dan menjadi teladan kepada umat Islam sepanjang zaman. Sebelum memeluk Islam, dia berperawakan lemah lembut, suka berpakaian kemas, mahal dan indah. Malah dia selalu bersaing dengan kawan-kawannya untuk berpakaian sedemikian. Keadaan dirinya yang mewah dan rupanya yang kacak menyebabkan Mus’ab menjadi kegilaan gadis di Makkah. Mereka sentiasa berangan-angan untuk menjadi isterinya. More...»»

Mengenal Lebih Dekat Abdullah Azzam

[Majalah Time] “Dia tidak hanya mewakili dirinya sendiri, melainkan seluruh Ummat. Ucapannya tidaklah seperti ucapan orang biasa. Sedikit bicaranya, namun kandungannya sangat dalam. Jika engkau menatap matanya, hatimu akan terpenuhi dengan iman dan cinta kepada Allah SWT”. More...»»
Ribatt is proudly powered by Badru Zaman | Page Ribat o-om